Kontes Robot SEPAKBOLA INDONESIA (KRSBI)
Jenis pertangdingan divisi KRSBI pada  tahun  ini   adalah Robo Soccer Humanoid League (RSHL). KRSBI merupakan kontes robot sepak bola nasional yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi nasional untuk mewakili Indonesia dalam RoboCup yang merupakan kompetisi robot sepakbola resmi tingkat dunia di bawah organisasi RoboCup, lembaga seperti  organisasi FIFA dalam kejuaraan dunia sepakbola manusia.
KRSBI ini adalah salah satu program kreatifitas mahasiswa yang sangat strategis yang ke depannya didesain untuk dapat menjadi unggulan obyek penelitian dan edukasi rekayasa robotika tingkat dunia dengan kiblat langsung kepada komunitas yang sama di seluruh dunia. Topik penelitian pada KRSBI menghendaki robot memiliki kemampuan pengenalan citra  melalui kamera karena obyek yang diperebutkan adalah bola-bola berwarna tertentu yang diletakkan di tempat-tempat tertentu. Hal ini sebagai persiapan untuk secara total divisi ini berafiliasi ke RoboCup divisi Kid Size Humanoid League Robo Soccer.

Dengan tema ini robot harus dapat mengenali bola menggunakan kamera dan  gawangnya sendiri agar tidak salah memasukkan bola. Tahun 2015 ini  tema utama seperti yang digelar di RoboCup diterapkan penuh, yaitu dua tim dengan maksimal masing-masing 4 robot saling berhadapan seperti pada permainan sepakbola yang sesungguhnya. Sesuai dengan namanya: humanoid league, maka dalam divisi ini peserta diharuskan membuat robot humanoid, robot mirip manusia dengan tinggi antara 40 hingga 90 cm yang dapat bermain sepakbola seperti pada pertandingan sepakbola.

Tema KRSBI 2017 adalah:
“LIGA SEPAKBOLA ROBOT HUMANOID”   

Aturan main dalam KRSBI tahun 2015 ini diadopsi sepenuhnya dari RoboCup Soccer Humanoid  League Rules.  Setup yang digunakan dalam RoboCup 2014 divisi Humanoid League tipe KidSize divisi KidSize Humanoid League. Robot dalam divisi KidSize ini berukuran antara 40 hingga 90 cm. Secara umum setiap pertandingan antara dua tim yang berhadap-hadapan dilaksanakan dalam 2 x 5 (atau 10) menit dengan masa istirahat di paruh pertandingan selama maksimal 5 menit. Setiap tim terdiri dari maksimal empat robot humanoid yang salah satunya harus diprogram sebagai penjaga gawang dengan tiga lainnya sebagai pemain penyerang atau bertahan. Pemenang pertandingan ditentukan tim yang mencetak goal ke gawang lawan lebih banyak. Juara nasional akan mewakili Indonesia pada RoboCup Soccer Humanoid  League tingkat dunia.